Pengembangan actor virtual dalam banyak aplikasi, dari sebuah tampilan untuk pengguna (user interface) sampai computer entertaintment menciptakan ekspektasi terhadap kemampuan actor virtual tersebut dalam hal memahami bahasa natural.
Pengembangan actor virtual dalam banyak aplikasi, dari sebuah tampilan untuk pengguna (user interface) sampai computer entertaintment menciptakan ekspektasi terhadap kemampuan actor virtual tersebut dalam hal memahami bahasa natural. Berdasarkan penelitian selama beberapa tahun, para peneliti menyoroti aspekaspek teknis dalam pengembangan komunikasi bahasa untuk actor virtual tersebut. Perwujudan ilmiah dari agen virtual tersebut mengarah pada gagasan sintaksis yang berbeda dengan bahasa natural: yang mana dapat digunakan untuk menentukan komponen parsing dari tampilan bahasa natural. Akan tetapi, aspek yang paling spesifik dari interaksi dengan actor virtual terdiri dari pemetaan konten semantic yang didapat dari hasil mekanisme input oleh user yang berpengaruh pada perilaku actor virtual tersebut. Terdapat kesan bahwa generalisasi pada cara berbicara dapat memberikan prinsip pada integrasi ini. Kedua aspek tersebut mengilustrasikan hasil-hasil yang didapat selama penelitian prototype ini.