No TL;DR found
Peningkatan angka insiden di perusahaan membutuhkan intervensi dari pihak HSE berupa pelatihan internal. Pelatihan internal yang dilakukan memerlukan evaluasi untuk melihat apakah pelatihan yang dilakukan sudah efektif untuk meningkatkan kewaspadaan karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau pelaksanaan pelatihan K3 internal dan mengetahui kekurangan dalam setiap tahapan pelatihan sehingga perusahaan dapat membuat pelatihan internal dengan lebih efektif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain study cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan yang mengikuti pelatihan internal di perusahaan dan metode penarikan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian pada dimensi reaksi memiliki skor 79% dimana hasil ini menunjukan reaksi yang baik dari peserta pelatihan, pada dimensi belajar hasil penelitian menunjukan peningkatan peningkatan pengetahuan sebesar 18%, hasil penelitian pada dimensi perubahan tingkah laku sebesar 77%, dan hasil penelitian pada dimensi hasil menunjukan masih terjadi peningkatan insiden, penurunan pencapaian program HSE dan peningkatan ketidaksesuaian hasil audit di tahun 2022. Hasil ini menunjukan pelatihan internal belum dapat efektif dari dimensi hasil, oleh karena itu penulis menyarankan perusahaan untuk melakukan revisi modul pelatihan sesuai SKKNI, menunjuk peserta untuk mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir, membuat jadwal yang disepakati bersama, meningkatkan pengetahuan pelatih melalui pelatihan TOT (training for trainee), memperbaiki fasilitas pelatihan di perusahaan dan menambah satu sesi pelatihan untuk mesosialisasikan tujuan pelatihan dan bagaimana implementasinya