No TL;DR found
Karya musik Makules dilatar belakangi dengan melihat suatu fenomena dimana dewasa ini para komposer di Bali khususnya yang ada di lingkungan penata yakni di daerah Tabanan dalam menciptakan komposisi musik baru lebih dominan mengolah elemen-elemen musik seperti ritme, melodi, dinamika, dan harmoni. Sedikit komposer yang mengolah warna suara atau timbre. Dari fenomena tersebut penata mendapatkan inspirasi melakukan sesuatu yang berbeda. Obsesi mengantarkan pada abstraksi pemikiran dengan ketertarikan ingin mengolah warna suara, menciptakan kesan baru dengan mongolah timbre atau warna suara sebagai kiblat penciptaan. Maka dari itu dibuatlah sebuah karya karawitan dengan bentuk musik eksperimental dengan judul Makules. Makna dari judul Makules adalah dilihat dari kata Makules yang berarti berganti kulit, dimana penata menggunakan judul sesuai dengan pengertiannya yang berarti ganti kulit. Proses pergantian kulit dan kembali menggunakan kulit yang baru merupakan transformasi ide central penciptaan komposisi karya dengan membahasamusikkan Gamelan Gender Wayang dengan mengolah sesuatu yang sudah ada sebelumnya (tradisi), diremajakan atau ditransformasikan menjadi bentuk pengolahan baru yang tetap berpijak pada tradisi.